Perahu Botol Pertama di Dunia Buatan Mapella
Kebayang enggak, ada perahu terbuat dari seribu
lebih botol plastik minuman isotonik? Mahasiswa Pecinta Alam Langlangbuana
(Mapella) dari Universitas Langlangbuana (unla), Bandung, membuktikan bahwa hal
itu bisa dilakukan.
Selama sekira sebulan, anggota Mapella merakit
1.627 botol minuman isotonik menjadi sebuah perahu. Salah satu anggota Mapella
Dedy Rahmat mengklaim, perahu botol buatan Mapella adalah yang pertama di
dunia.
“Kami telah mencoba melakukan penelusuran di
internet bahwa pembuatan replika perahu karet dari kumpulan botol yang juga
bisa digunakan ini belum pernah ada di Indonesia, bahkan di dunia. Untuk
sementara ini, kami yakin ini adalah produk yang langka dan yang pertama ada,”
ujar Dedy seperti dikutip dari keterangan tertulis Mapella, Rabu (27/4/2011).
Ketua Mapella Wanto Nurjaman menjelaskan,
pembuatan perahu ini dilakukan dengan menambatkan seluruh botol, setelah itu
menambatkan antarlapisan botol, dan terakhir menambatkan dengan bambu.
Wanto menegaskan, proses penambatan itu tidak
mudah dan memerlukan ketelitian. Menurutnya, kesalahan tambatan akan
mengakibatkan botol terlepas. "Alhamdulillah, setelah kami uji coba,
ternyata tidak ada satu tambatan pun yang terlepas. Seluruh botol tetap tertambat
meski kami melakukan pengarungan dari pukul enam pagi sampai menjelang azan
Ashar,” Wanto menjelaskan.
Hal tersebut diamini Dedy. Uji coba yang
dilakukan di Situ Patengan, Ciwidey, membuktikan, perahu ini laik dipakai.
"Tak ada kendala berarti ketika perahu digunakan mengitari seluruh area
danau," kata Dedy menambahkan.
Dedy menjelaskan, perahu botol yang dibuat dalam
rangka memperingati HUT ke-370 Kabupaten Bandung itu mampu mengangkut hingga
tujuh orang. “Tetapi yang paling tepat adalah untuk kapasitas lima orang, yaitu
empat orang pendayung dan satu orang skipper/pemegang kemudi perahu,” ujar Dedy
mengimbuhkan.
Anggota Mapella angkatan Hujan Rimba (1997) itu
menambahkan, karakteristik perahu botol buatan mereka tidak jauh beda dengan
perahu karet. Ia bisa mengambang dan volume air yang masuk ke dalam perahu juga
tidak jauh beda dengan volume air di perahu karet. Oleh karena itu, perahu
botol ini juga bisa menggantikan perahu karet sebagai sarana transportasi
ketika banjir.
Mapella berencana mendaftarkan perahu botol
kreasi mereka ke Museum Rekor Indonesia (Muri). “Insya Allah kami akan segera
mendaftarkan ke Muri. Mudah-mudahan dalam waktu dekat segera terealisasi,” kata
Wanto.
Anggota Mapella angkatan Badai Rimba (2010) ini
yakin, menembus rekor Muri tidak akan terlalu sulit. "Selain yang pertama
ada di Indonesia," kata Wanto, "Pembuatan pembuatan perahu botol ini
cukup sulit, dengan menggunakan tambatan dari tali nilon antarbotol, dibantu
dengan beberapa bambu sebagai tulang penyangga."
Bravo, Unla!

0 Response to "Perahu Botol Pertama di Dunia Buatan Mapella"
Post a Comment